<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress/1.5.1-alpha" -->
<rss version="2.0" 
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/">
<channel>
	<title>Comments on: Apa Maunyaa ??</title>
	<link>http://dhyta.blogsome.com/2007/11/09/apa-maunyaa-saat-ini/</link>
	<description>Just another WordPress weblog</description>
	<pubDate>Thu, 31 Dec 2009 08:34:53 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=1.5.1-alpha</generator>

	<item>
		<title>by: ahmad fauzan</title>
		<link>http://dhyta.blogsome.com/2007/11/09/apa-maunyaa-saat-ini/#comment-113</link>
		<pubDate>Tue, 11 Dec 2007 03:33:08 +0000</pubDate>
		<guid>http://dhyta.blogsome.com/2007/11/09/apa-maunyaa-saat-ini/#comment-113</guid>
					<description>ada suatu cerita seorang kakak beradik. kakaknya sudah berkeluarga n adiknya blom, mereka mewarisi sibidang tanah yg hasil panennya mereka bagi dua sama rata. si adik berfikir klo dibagi sama rata gimana dg kakak aku dia kan sudah berkeluarga mana mungkin hasil panen itu cukup untuk mencukupi kebutuhan hidup keluarganya, akhirnya tiap malam si adik mengangkat sekarung beras untuk diletakkan di lumbung milik kakaknya supaya kakaknya cukup. Tapi, sang kakak juga berpikiran gimana dg adik saaya, dia belum berkeluarga n siapa yg mengurusnya nanti klo sudah tua. gimana klo nanti dia sudah tidak dapat bekerja lagi, siapa yg akan mencukupi kebutuhannya ?!. akhirnya sang kakak juga melakukan hal yg sama apa yg dilakukan adeknya. Akhirnya pada suatu malam mereka bertemu n saling mengangkat beras sekarung di pundak mereka. akhirnya mereka sadar apa yg dilakukan mereka selama ini adalah salah satu bentuk kasih sayang mereka n mereka saling berpelukan n meneeteskan air mata. Naaaah, beginilah seharusnya bersaudara.</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>ada suatu cerita seorang kakak beradik. kakaknya sudah berkeluarga n adiknya blom, mereka mewarisi sibidang tanah yg hasil panennya mereka bagi dua sama rata. si adik berfikir klo dibagi sama rata gimana dg kakak aku dia kan sudah berkeluarga mana mungkin hasil panen itu cukup untuk mencukupi kebutuhan hidup keluarganya, akhirnya tiap malam si adik mengangkat sekarung beras untuk diletakkan di lumbung milik kakaknya supaya kakaknya cukup. Tapi, sang kakak juga berpikiran gimana dg adik saaya, dia belum berkeluarga n siapa yg mengurusnya nanti klo sudah tua. gimana klo nanti dia sudah tidak dapat bekerja lagi, siapa yg akan mencukupi kebutuhannya ?!. akhirnya sang kakak juga melakukan hal yg sama apa yg dilakukan adeknya. Akhirnya pada suatu malam mereka bertemu n saling mengangkat beras sekarung di pundak mereka. akhirnya mereka sadar apa yg dilakukan mereka selama ini adalah salah satu bentuk kasih sayang mereka n mereka saling berpelukan n meneeteskan air mata. Naaaah, beginilah seharusnya bersaudara.
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
</channel>
</rss>
